
Mimisan sering kali dianggap sebagai kondisi yang sepele. Banyak orang mengalaminya sesekali, terutama saat cuaca panas, udara kering, atau setelah hidung terbentur. Namun, bagaimana jika mimisan justru terjadi berulang kali tanpa adanya benturan atau cedera sama sekali?
Kondisi ini sering membuat seseorang khawatir karena muncul secara tiba-tiba dan tanpa penyebab yang jelas. Meski sebagian besar kasus mimisan tidak berbahaya, mimisan yang sering terjadi tanpa benturan tetap tidak boleh diabaikan. Dalam beberapa keadaan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Lalu, apa saja penyebab mimisan tanpa benturan dan kapan kondisi ini perlu diperiksa oleh dokter? Simak penjelasan hisehat berikut ini.
Mengapa Mimisan Bisa Terjadi?
Secara medis, mimisan dikenal sebagai epistaksis.
Hidung memiliki banyak pembuluh darah kecil yang letaknya sangat dekat dengan permukaan bagian dalam rongga hidung. Pembuluh darah ini berfungsi membantu menghangatkan dan melembapkan udara yang dihirup.
Karena letaknya sangat dangkal, pembuluh darah tersebut mudah pecah akibat berbagai faktor, sehingga darah keluar melalui lubang hidung.
Udara Kering Menjadi Penyebab yang Paling Sering
Salah satu penyebab paling umum mimisan tanpa benturan adalah udara yang terlalu kering.
Saat kelembapan udara menurun, lapisan mukosa di dalam hidung menjadi kering dan mudah mengalami iritasi. Akibatnya, pembuluh darah kecil menjadi lebih rapuh dan lebih mudah pecah.
Kondisi ini sering terjadi pada:
- Pengguna AC dalam waktu lama.
- Daerah dengan cuaca sangat panas.
- Lingkungan dengan kelembapan rendah.
Kebiasaan Mengorek Hidung
Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan membersihkan hidung menggunakan jari dapat melukai bagian dalam rongga hidung.
Luka kecil yang berulang dapat menyebabkan pembuluh darah pecah sehingga mimisan lebih mudah terjadi, bahkan tanpa benturan.
Karena itu, membersihkan hidung sebaiknya dilakukan dengan lebih hati-hati.
Alergi dan Iritasi Hidung
Penderita alergi sering mengalami hidung gatal sehingga tanpa sadar lebih sering menggosok atau mengusap hidung.
Selain itu, peradangan akibat alergi membuat pembuluh darah di dalam hidung menjadi lebih sensitif.
Kombinasi kedua faktor tersebut dapat meningkatkan risiko mimisan.
Gejala lain yang biasanya menyertai meliputi:
- Bersin.
- Hidung tersumbat.
- Hidung berair.
- Mata gatal.
Infeksi Saluran Pernapasan
Pilek atau flu juga dapat menyebabkan mimisan.
Peradangan pada rongga hidung membuat pembuluh darah melebar dan lebih rapuh. Ditambah kebiasaan sering membuang ingus, pembuluh darah menjadi lebih mudah pecah.
Biasanya mimisan pada kondisi ini hanya berlangsung singkat.
Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah yang tinggi sering dikaitkan dengan mimisan, meskipun hubungan keduanya tidak selalu bersifat langsung.
Pada sebagian orang, tekanan darah yang sangat tinggi dapat memperburuk perdarahan ketika pembuluh darah di hidung sudah lebih dulu pecah.
Karena itu, penderita hipertensi yang sering mengalami mimisan sebaiknya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya mimisan, misalnya:
- Obat pengencer darah.
- Aspirin.
- Semprotan hidung tertentu jika digunakan terlalu lama.
Jika mimisan mulai muncul setelah penggunaan obat baru, konsultasikan kepada dokter tanpa menghentikan obat secara mandiri.
Gangguan Pembekuan Darah
Pada sebagian kecil kasus, mimisan yang sering terjadi dapat berkaitan dengan gangguan pembekuan darah.
Kondisi ini menyebabkan perdarahan menjadi lebih mudah muncul dan lebih sulit berhenti.
Selain mimisan, gejala lain yang mungkin muncul adalah:
- Mudah memar.
- Gusi sering berdarah.
- Perdarahan lebih lama saat terluka.
Polip atau Kelainan di Dalam Hidung
Pertumbuhan jaringan seperti polip atau gangguan lain pada rongga hidung juga dapat menyebabkan mimisan berulang.
Meskipun tidak selalu berbahaya, kondisi ini memerlukan pemeriksaan oleh dokter spesialis THT agar penyebabnya dapat dipastikan.
Kapan Mimisan Harus Diwaspadai?
Mimisan sesekali umumnya bukan kondisi yang berbahaya.
Namun, segera lakukan pemeriksaan apabila:
- Mimisan terjadi sangat sering.
- Darah sulit berhenti setelah 15โ20 menit.
- Mimisan disertai pusing berat.
- Keluar darah dalam jumlah banyak.
- Terjadi setelah cedera kepala.
- Disertai mudah memar atau perdarahan pada bagian tubuh lain.
Pemeriksaan lebih lanjut penting dilakukan untuk mencari penyebab yang mendasarinya.
Cara Menghentikan Mimisan dengan Benar
Masih banyak orang yang keliru saat menangani mimisan.
Cara yang benar adalah:
1. Duduk Tegak
Posisi duduk membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah hidung.
2. Condongkan Kepala Sedikit ke Depan
Jangan mendongakkan kepala karena darah dapat mengalir ke tenggorokan dan tertelan.
3. Jepit Bagian Lunak Hidung
Gunakan ibu jari dan telunjuk selama sekitar 10โ15 menit tanpa melepas tekanan.
4. Bernapas Melalui Mulut
Hal ini membantu Anda tetap nyaman selama proses menghentikan perdarahan.
5. Kompres Dingin
Tempelkan kompres dingin pada pangkal hidung untuk membantu mempersempit pembuluh darah.
Cara Mencegah Mimisan Berulang
Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu mengurangi risiko mimisan.
- Minum air putih yang cukup.
- Gunakan pelembap udara jika ruangan terlalu kering.
- Hindari mengorek hidung.
- Gunakan semprotan saline untuk menjaga kelembapan rongga hidung bila diperlukan.
- Kendalikan alergi sesuai anjuran dokter.
- Periksa tekanan darah secara rutin.
Kesimpulan
Mimisan tanpa benturan umumnya disebabkan oleh pembuluh darah di dalam hidung yang mudah pecah akibat udara kering, alergi, infeksi, atau kebiasaan mengorek hidung. Sebagian besar kasus tidak berbahaya dan dapat ditangani dengan pertolongan pertama yang tepat.
Namun, apabila mimisan terjadi berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti mudah memar dan perdarahan pada bagian tubuh lain, pemeriksaan medis sangat dianjurkan. Dengan mengetahui penyebabnya lebih awal, penanganan yang tepat dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
FAQ
1. Apakah mimisan tanpa benturan merupakan kondisi yang normal?
Ya, pada banyak kasus kondisi ini masih normal, terutama jika dipicu udara kering atau iritasi ringan pada hidung.
2. Mengapa udara kering dapat menyebabkan mimisan?
Karena lapisan dalam hidung menjadi kering sehingga pembuluh darah kecil lebih mudah pecah.
3. Apakah tekanan darah tinggi menyebabkan mimisan?
Hipertensi dapat memperburuk perdarahan, terutama jika pembuluh darah hidung sudah pecah sebelumnya.
4. Bagaimana cara menghentikan mimisan?
Duduk tegak, condongkan kepala sedikit ke depan, lalu jepit bagian lunak hidung selama 10โ15 menit.
5. Kapan harus ke dokter karena mimisan?
Jika mimisan berlangsung lebih dari 20 menit, sering berulang, atau disertai perdarahan pada bagian tubuh lain.
6. Apakah mengorek hidung bisa menyebabkan mimisan?
Ya. Kebiasaan tersebut merupakan salah satu penyebab paling sering mimisan tanpa benturan.
7. Bagaimana cara mencegah mimisan berulang?
Jaga kelembapan hidung, cukup minum air, hindari mengorek hidung, dan periksa ke dokter jika mimisan sering kambuh.
